Saturday, November 21, 2015

Cerita kisah nyata :

Kebaikan suami istri yang di balas dengan kebaikan oleh seorang pemuda

jitupoker.com Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan  cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut. kemudian pemuda itu berkata: “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih” dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. sepasang suami istri muda pemilik rumah makan memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar lalu berkata dengan pelan: dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya. istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum, Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar. sebelum habis makan, pemuda ini berpikir  kuah sayur gratis. Lalu si pemuda memesan semangkuk lagi nasi putih.
Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya. dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini. bukan, saya akan membawa pulang, besok akan saya bawa ke sekolah sebagai makan siang saya. jawab si pemuda tersebut.

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin di luar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.
Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, sang istri mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi?
Suaminya kemudian menjelaskan kepada istrinya dan berbisik kepadanya, Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah. engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya, Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.

Pemuda ini pamit kepada mereka, sambil berkata terima kasih, saya sudah selesai makan.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badannya melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka. besok singgah lagi yah, engkau harus tetap bersemangat, kata suami istri tersebut sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka, sama seperti biasanya, setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari. sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika pasangan suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid. dan menyapa pasangan suami istri tersebut. Apa kabar? Saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.
Siapakah direktur diperusahaan anda? Mengapa begitu baik terhadap kami? Saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia, sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses. ia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka: bersemangat ya dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok.

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.

No comments:

Post a Comment