Monday, March 21, 2016

Virus Flu Burung H7N9 Kembali Melanda Beberapa Negara di Kawasan Asia Tenggara Termasuk Indonesia


Jitupoker.com - Baru-baru ini virus flu burung H7N9 kembali melanda beberapa negara di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sebagian wilayah di kawasan Benua Asia seperti : Bangladesh, India, Indonesia, Filipina dan Vietnam kembali terancam virus H7N9. seperti Cina, menurut data yang ada negara-negara ini memiliki pasar burung di kawasan yang padat penduduk.

Daerah yang berpotensi terkena resiko termasuk pusat kota pesisir timur dan tenggara Cina dimana kasus H7N9 belum dilaporkan; sebagian wilayah Bengal dari Bangladesh dan India, Sungai Merah dan Delta Mekong di Vietnam, dan wilayah terpencil di Indonesia dan Filipina.

Di hongkong aru - baru ini sudah ada sekitar 20.000 ekor ayam dan unggas  yang telah dimusnahkan,hal ini dilahkukan sebagi tindakan untuk berjaga-jaga terhadap serangan flu burung H7N9. Di Cina sejak awal tahun 2016 ini,ratusan orang telah terinfeksi varian flu burung. untuk mengantisipasi berjangkitnya wabah flu burung pemerintah Cina juga telah melarang penjualan unggas hidup di pasar agar wabah tidak menyebar.

Sedangkan di Indonesia baru-baru ini telah di temukan adanya virus flu burung H7N9. pertama kali di temukan puluhan unggas milik pemulung di RT14/14 Cilandak Barat, Jakarta Selatan mati mendadak. Insiden mati mendadaknya unggas milik warga tersebut terjadi pada Selasa 15 Maret 2016. hal ini membuat pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewaspadai penyebaran virus flu burung (H5N1).


Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah untuk menindak lanjuti masalah tersebut dan melakukan sweeping di 14 titik peternakan dan pemotongan hewan. Dari kawasan peternakan yang di sweeping oleh para petugas, di temukan 12 tempat peternakan yang dimiliki pemerintah dan dua sisanya milik swasta.

Pemprov DKI Jakarta mengatakan "Pemprov tidak akan memberikan ganti rugi bagi warga yang kedapatan memiliki unggas yang telah terjangkit virus H7N9. Termasuk hewan kesayangan, seperti ayam aduan dan sebagainya akan kita tertibkan tanpa ganti rugi," ujarnya.

Penertiban yang di lakukan oleh pemerintiah ini bukan tanpa kendala. karena minimnya tenaga atau Sumber Daya Manusia (SDM) membuat penertiban belum berjalan maksimal. Sebagai solusinya, pihaknya bekerja sama dengan petugas kecamatan dan kelurahan agar segera melapor jika mengetahui adanya gejala-gejala yang menyangkut kasus flu burung.



No comments:

Post a Comment