Monday, February 15, 2016

Korupsi di Indonesia




Jitupoker.com - Sampai saat ini kasus Korupsi masih belum bisa di minimalisir oleh pemerintah Indonesia malah semakin membengkak
, hal ini di sebabkan karena lemahnya hukum yang berlaku di Indonesia. dan baru-baru ini ketika penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kabar baik karena lagi-lagi KPK unjuk gigi dalam memerangi korupsi. Kabar buruk karena ternyata para koruptor terus saja ditunjukkan pejabat di negeri ini karena hukuman bagi penjahat korupsi sangatlah ringan tidak sebandiing dengan kelakuannya sehingga semakin hari semakin banyak saja orang-orang yang menjadi pelaku korupsi. Sudah teramat lama korupsi menjadi musuh utama bangsa. Sudah teramat sering pengelola negara dibekuk, disidangkan, dan dijebloskan ke balik jeruji besi karena melakukan korupsi. Namun, korupsi tetap saja merajalela dan merambah seluruh segi kehidupan bangsa.

Sudah seharusnya pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terhadap para pelaku korupsi baik terhadap pejabat negara maupun masyrakat biasa, jika pemerintah memberikan sanksi hukum yang berat terhadap pelaku korupsi maka bisa di pastikan para oknum yang akan melakukan korupsi itu akan berpikir / takut melakukannya. misalnya hukuman denda 3 X lipat dari jumlah yang di korupsi di tambah hukuman penjara minimal diatas 10 tahun. atau bila perlu di adakan undang-undang ancaman hukuman mati terhadap pidana kasus korupsi.

Saat ini sudah hampir tidak ada lagi bidang yang masih steril dari tindakan korupsi. Bahkan lembaga peradilan yang semestinya menjadi ujung tombak penegakan hukum sekaligus garda terdepan pemberantasan korupsi malah semakin giat melakukan korupsi. Cukup banyak hakim yang diringkus karena melakukan korupsi. Tidak sedikit pula pejabat atau pegawai lembaga peradilan yang diringkus lantaran melakukan tindakan korupsi seperti itu.

Korupsi bahkan terjadi di lembaga peradilan tertinggi, benteng terakhir penjaga keadilan negeri ini, yakni Mahkamah Agung (MA). Operasi tangkap tangan terakhir yang dilakukan KPK membuktikan bahwa MA tak imun dari virus korupsi. Dalam operasi tangkap tangan itu, Kasubdit Kasasi dan Peninjauan Kembali Perdata Khusus MA Andri Tristianto Sutrisna termasuk yang ditangkap, kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Baru-baru ini KPK berhasil membongkar kasus korupsi Ichsan Suaidi Direktur PT Citra Gading Asritama dan seorang pengacara bernama Awang Lazuardi Embat, Andri menjadi tersangka dugaan suap terkait dengan permintaan penundaan salinan putusan kasasi kasus korupsi dengan terdakwa Ichsan. KPK juga menyita uang Rp400 juta dan sekoper uang yang jumlahnya masih dihitung saat ini. Keberhasilan operasi tangkap tangan kali ini sekaligus menjadi bukti betapa bermanfaatnya wewenang KPK melakukan penyadapan.


Negara Indonesia pada saat ini sangatlah memprihatinkan karena para pejabat negara yang diberi amanah mulia untuk mengelola dan menegakkan bidang peradilan di Republik Indonesia malah melakukan pengkhianatan atas amanah itu. Semakin kencang rakyat berseru agar pengelola negara menjauhi perilaku koruptif, semakin banyak pula para pejabat yang korupsi. Semakin garang KPK atau penegak hukum lain memberantas korupsi, semakin bersemangat pula mereka untuk korupsi. Berulang kali kita katakan bahwa korupsi ialah kejahatan luar biasa dengan daya destruktif luar biasa pula. Sering kali kita tegaskan bahwa korupsi ialah sejahat-jahatnya tindak kejahatan yang dapat menghancurkan kehidupan bangsa. Karena itulah, seluruh anak bangsa utamanya pengelola negara dan khususnya lagi para penegak keadilan, satu napas untuk memberangus korupsi, hukuman matilah yang paling pantas di berikan kepada para pejabat yang korupsi baru bisa menghentikan kasus korupsi di negara ini.

Tindakan Andri Tristianto jelas tak bisa dimaafkan. Ia merupakan contoh teramat buruk soal bagaimana pejabat seharusnya berperilaku dan bertindak. Karena itu, jika nantinya terbukti bersalah, tak ada sejumput pun alasan untuk tak menghukum dia seberat-beratnya. Kita juga meminta KPK tak berhenti pada Andri Tristianto semata. Jika menilik jumlah uang yang disita begitu besar, kecil kemungkinan Andri bertindak sendirian. mungkin ada pihak lain ataupun bahkan ada komplotan penjahat di MA yang memperdagangkan kewenangan demi mendapatkan uang untuk keuntungan pribadinya.


Tertangkapnya Andri Tristianto harus dijadikan momentum bagi KPK untuk membongkar tuntas mafia peradilan. Bagi MA, harus lebih serius untuk membersihkan institusi dari para pelancung. tertangkapnya Andri Tristianto telah mencoreng kredibilitas peradilan, khususnya MA. Hanya tindakan tegas dan tuntas serta pembenahan total yang bisa menyelamatkan kredibilitas itu agar tak mencapai titik nadir.


Salam Jitupoker.com

No comments:

Post a Comment